“Namaku Lindya Sangkara,umurku 9 tahun,tinggal di Jakarta pusat”,tukas gadis kecil itu,rambutnya hitam,dikuncir ke belakang,pakaiannya tak begitu rapi,modal sebisanya.
Hari ini,ia sedang mengikuti tes akademik bahasa Inggris untuk masuk ke sekolah favoritnya yang tak jauh dari tempat tinggalnya. “Nama yang…indah banget buat didengar!”,seru orang dewasa yang mewawancarainya empat mata saling menatap. “Apasih cita-cita kamu di masa depan,Lindya?” tanya orang dewasa itu. “Hmphh… aku mau jadi…robot yang nolongin banyak orang!”balas Lindya semangat,mulutnya terbuka lebar.
Orang dewasa itu berumur 23 tahun,parasnya sangat cantik,kulitnya kuning langsat. Sepertinya ia bekerja sebagai karyawan di sekolah ini. Senyumnya sedikit memudar dari wajah perempuan dewasa itu. “Bisakah agak serius lagi?cita-citamu apa?”,tanya si perempuan dewasa lebih serius. “Kalau begitu…aku ingin jadi…bidadari surga!”jawab Lindya kembali bersemangat. Si perempuan dewasa itu hanya diam,matanya terbelalak,sepertinya kali ini agak gelap menurutnya. “Yeah…itu menarik,tapi apakah ada yang lebih masuk akal?” tanyanya dengan ragu-ragu.
Sekolah ini, namanya ‘hafaz study school’ anak-anak yang bahkan belum menginjak umur 8 tahun dipaksa untuk mengenal dunia “logika”,padahal kata tersebut adalah kekuatan para orang dewasa,bukan anak kecil. Menyedihkan bukan?, meskipun nantinya akan tumbuh dan menjadi orang dewasa yang berpikir penuh menggunakan kekuatan logikanya. Mereka juga harus merasakan lingkungan hidup saat mereka kecil,yang penuh fantasi,skenario palsu yang mereka buat,sudut pandang fiksi,dan sebagainya.
Bahagianya anak kecil ketika dunia fantasi yang mereka buat menjadi super keren untuk dibayangakan. Ini membuat mereka (anak kecil) mulai berkata suatu hal yang dikatakan ‘tak masuk akal’. Mengapa?karena hal tersebut hanya dapat diketahui oleh si anak kecil. Akan tetapi,orang dewasa yang penuh dengan kekuatan logika menyebutnya ‘penyakit ’,adapun yang bilang sebagai “halusinasi” ataupun “orang yang mengalami gangguan kejiwaan/perilaku” ataupun “penyakit pareidolia”,ialah penyakit dimana apabila manusia merasa terlalu bahagia,takut,marah,sedih,dan lain-lain,otak akan menggambarkan suatu objek yang bergantung pada emosi tersebut. Contohnya seperti hantu,benda yang melayang,berbincang dengan makhluk tak kasat mata,dan ada banyak lagi yang otak dapat gambarkan. Hal ini juga terkait biologis organisme yang menarik perhatian para ilmuwan,psikolog,dan profesi kedokteran lainnya. Jadi,jenis logika ini langsung banyak dipercayai.
“Ya sudah,cita-citaku…seorang dokter yang bisa mengalahkan banyak monster!” ucapnya. Lindya tetap tidak patah semangat. Si perempuan dewasa menghela nafas panjang,agaknya ia ingin mengucapkan sesuatu yang pahit pada Lindya. “Maaf… tapi kamu resmi,tidak dapat diterima di sekolah ini” perempuan itu menunduk. “Eh,kenapa?!bukannya aku sudah menjawab pertanyaan dari kakak?!” keluh Lindya,ia mengerutkan keningnya. “Syarat-syarat untuk masuk ke Hafaz Study School yang pertama adalah berpikir secara logika!”jelas si perempuan dewasa itu. Membuat Lindya terdiam sejenak.
Lindya beranjak keluar dari ruangan,berlari dan membanting pintu ruangan keras – keras. Toh,dia menangis tersedu-sedu setelah mengetahui bahwa dirinya tak berhasil tes memasuki sekolah favoritnya. Alam pun turut menangis bersamanya,rintik hujan menyerbu tubuh mungil Lindya yang tengah menangis. “Heiii! Kawaannn!” teriak seorang gadis yang tak jauh dari Lindya. Lindya menoleh kearah sumber suara,ternyata itu bukan seorang gadis!melainkan teman fantasi Lindya yang terinspirasi dari boneka beruang berwarna merah muda bernama ‘Chokimmy’. Ia melayang-layang mendekati Lindya. “Tenang!tenang!tenang!mari hentikan tangismu itu dengan mengunjungi dunia fantasi!”ajak Chokimmy. Satu detik kemudian,Lindya mematuhinya,pejamlah kedua matanya,disitulah khayalannya bekerja,ia berada di tengah-tengah stadion,banyak orang bersorak-sorak menyebut namanya. “Teruslah berkhayal!,jangan terlalu dekat dengan logika yang kejam!”,teriak orang-orang yang ada disana,dipikiran Lindya,kendaraan lapis baja sedang melayang-layang di udar. – Fantasi membuatmu bodoh,logika membuatmu pintar – oh,jadi apakah dunia ini di kuasai oleh manusia pintar?, bukan yang berpengalaman,emosional,tapi yang pepatah katakan itu “pintar ke-akademikkan”. Matanya berbinar – binar,Lindya terkejut tak bersuara. “ini sangat indah!!” semangat Chokimmy. Lindya,senyumnya kembali terukir di wajahnya. “Kamu diterima di sekolah elit!bukan lagi sekolah ini!”orang-orang berseru kepadanya. Mulutnya tersenyum lebar.
Bahkan,fantasi yang banyak orang katakan sebagai “penyakit” dapat memberikan hormon kortisol saat orang orang tersebut sedang sedih. Tak apa dikatakan ‘aneh’,itupun hak Lindya sendiri. Setelah sadar,Lindya berencana tuk mencari sebuah buku dan pena. Ia ingin menjelaskan semuanya melalui buku,karena ia tahu,banyak orang lebih memilih logika yang pahit. Disinilah,lahir penulis terkenal saat menginjak usia dewasa. Ia tumbuh menjadi penulis terkenal.,memenangkan periode “New Gork Times” dan karyanya dicap sebagai “High Fantasy” yang mencakup world-buildingnya yang tak masuk akal! Lindya Sangkara,sukses besar,sekarang ia bertanya pada publik. “Apakah…fantasi itu penyakit?” lalu Lindya menjawab sendiri pertanyaannya. “Tidak!fantasi sangat berbeda dengan penyakit yang bernama pareidolia” “yang kumaksud itu fantasi,bukan penyakit”. Itu saja yang ia katakan,namun,ucapannya beberapa ada yang hingga membekas dalam pikiran seseorang.





